Jalur Khusus Menuju Sepak Bola Profesional, 29 Pemain Hasil Pantauan Legenda Indonesia di Liga Jakarta U17 Dipanggil Seleksi di Diklat ISA
DIFANEWS.COM – Diklat ISA siap menampung dan menyeleksi 29 pemain Liga Jakarta U-17 untuk menembus skuad Elite Pro Academy (EPA) Bhayangkara Presisi Lampung FC musim 2026/2027. Proses seleksi ini dipastikan berlangsung gratis tanpa dipungut biaya pendaftaran sedikit pun.
Ke-29 pemain tersebut merupakan hasil pemantauan (talent scouting) sementara dua legenda sepak bola Indonesia, Maman Suryaman dan Tias Tano Taufik, selama gelaran Liga Jakarta U-17 Piala Gubernur 2026 di Lapangan Sintetis Pancoran Soccer Field. Kompetisi ini sendiri diikuti oleh 16 tim dari kawasan Jakarta dan sekitarnya.
Pendiri sekaligus pemilik Diklat ISA yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI) Pusat, Zuchli Imran Putra, menjelaskan bahwa seleksi akan digelar di Lapangan Sepakbola Trisakti, Nagrak, Ciangsana, Bogor, pada 24–26 Agustus mulai pukul 08.00 WIB.
Proses penyaringan mencakup tiga kelompok umur, yakni U-16, U-18, dan U-20. Para pemain dari Liga Jakarta U-17 yang ingin bersaing diberi kesempatan mengikuti seleksi U-16 dan U-18 pada 24 dan 25 Agustus. Sementara itu, seleksi untuk kategori U-20 akan dilaksanakan pada 26 Agustus.
“Seleksi ini bertujuan menjaring pemain yang memiliki potensi, kemampuan teknik, fisik, kedisiplinan, serta semangat sportivitas untuk selanjutnya mengikuti program pembinaan bersama EPA Bhayangkara Presisi Lampung FC,” ujar Zuchli Imran Putra yang akrab disapa Abi Imran.
Abi Imran menegaskan, pihaknya tidak membatasi kuota kelulusan. “Kami tidak membatasi jumlah peserta yang lolos. Jika ke-29 pemain tersebut memang memenuhi standar dan lolos, semuanya akan kami tampung untuk disalurkan ke tim EPA Bhayangkara Presisi Lampung FC,” tambahnya.
Guna menjaga independensi dan kualitas penilaian, tim penyeleksi didatangkan langsung dari berbagai daerah, bukan dari jajaran pelatih Diklat ISA semata. Di antaranya terdapat Coach Supriyanto dari Surabaya, Coach Iskandar dari Asiana Jakarta, serta jajaran pelatih yang didatangkan khusus dari Bali.
Sementara itu, CEO Liga Jakarta U-17 dan Liga Soeratin U-15, J. Erwiyantoro, mengaku sangat senang atas terbukanya kesempatan emas ini bagi para pemain muda.
“Pada dasarnya, kompetisi Liga Jakarta dan Liga Soeratin kami gulirkan untuk membuka jalan bagi para talenta muda menunjukkan kemampuan terbaik mereka, hingga akhirnya bisa naik ke level persaingan yang lebih tinggi,” ungkap pria yang akrab disapa Mbah Coco tersebut.
Sebagai operator Liga Jakarta U17 dan Liga Soeratin, Mbah Coco tidak pernah berpikir menjadi makelar pemain dari wadah kompetisi yang dikelolanya.
“Melihat mimpi anak-anak dan bisa mewujudkan harapan orang tua dengan mengarahkan anak-anaknya sesuai bakat dan cita-citanya, itu saja sudah membuat saya nyaman dan bahagia.”
Berikut daftar nama 29 pemain hasil pantauan coach Maman dan Tias dari Liga Jakarta U17:
Kiper
- Nur Fadli Bagoes Budiono (#1) – Batavia FC
- Azmi Surya Alfarizi (#1) – Farama
- Ibrahim Zidan (#20) – PSF
- Qawwam Zafier (#99) – Pemuda Jaya
Bek Kanan
- Bagas Silva (#2) – Bina Taruna
- Ibrahim Hefiludin (#21) – Putra Sejati
Bek Tengah
- Al Khalifi Rasya S (#23) – Batavia
- Krisna Biantoro (#7) – Bina Mutiara
- Rizik Tafarel (#5) – Bintang Ragunan
- Zhildan Kerta Yasa (#3) – Mavericks
Bek Kiri
- Muhamad Lutfih (#20) – Mavericks
- Ridho Rohana (#22) – Bina Mutiara
- Rafka Adila Nur Faiz (#3) – BTC
Gelandang Bertahan
- Abi Naya Adila (#6) – Batavia FC
- Yefta Depri Zakharia (#12) – Bina Taruna
Gelandang Serang
- Arfrel Rezky Saputra (#23) – Bina Mutiara
- Azzami Sayuqi (#8) – Diklat ISA
- Ibnu Fahri Alhafizh (#19) – BTC
- Achmad Hegy (#8) – Pemuda Jaya
Flank Kanan
- Rio Ferdinand (#11) – Diklat ISA
- Nabil El Nino (#24) – Satria Sanggeni
- Berlian Ananda Salim (#7) – Tunas Betawi
Flank Kiri
- Zehmar Khedira Aguslemi (#10) – Nawasena
- Alvin Moh Putranto (#10) – Toyo Haryono
- Mohamad Tomy (#11) – Putra Nusantara
Striker
- M. Habil Gaza Maulidyan (#9) – Batavia
- David Dwi Prasetyo (#9) – Bina Taruna
- Muamar Fathir Arasya (#9) – Farama
- Deshta Adhitya (#10) – Diklat ISA***



