BeladiriSports

Tak Sudi Kalah Lagi, Fabio Wardley Perbaiki Teknik Jab Demi Hancurkan Daniel Dubois

DIFANEWS.COM — Fabio Wardley bersumpah akan membalas kekalahan sekaligus merebut kembali sabuk kelas berat WBO dari tangan Daniel Dubois. Modalnya adalah petuah-petuah emas dari Oleksandr Usyk.

Rematch Daniel Dubois vs Fabio Wardley akan digelar di O2 Arena, London, 17 Oktober.

Petinju asal Ipswich tersebut pertama kali dimahkotai sebagai juara dunia kelas berat WBO pada Juni 2025 usai Usyk mengosongkan gelar tersebut.

Namun, Wardley harus merelakan sabuknya berpindah tangan ke Dubois dalam pertarungan sengit di Manchester empat bulan lalu.

Meski sempat menjatuhkan Dubois dua kali dalam tiga ronde awal, Wardley akhirnya menyerah pada gempuran tanpa ampun sesama petinju Inggris tersebut hingga pertarungan dihentikan pada ronde ke-11.

Penampilan Wardley di ronde-ronde akhir memicu kritik dari para penggemar dan Usyk. Sang juara sejati mendesak Wardley untuk lebih sering memanfaatkan pukulan jab-nya.

“Fabio, di mana jab-mu? Kamu tidak pernah melepas jab, cuma tangan kanan,” cibir Usyk saat itu.

Latar belakang Wardley yang meniti karier dari jalur white-collar boxing memang membuat kemampuan tekniknya kerap dipertanyakan selama bertahun-tahun.

Kendati demikian, ia selalu mampu menutupi kekurangan teknis tersebut lewat kemampuan atletis alami, mental bertarung yang kuat, dan rahang yang sangat tahan pukul.

Tanggapan Wardley atas Kritik Usyk

Bicara kepada DAZN Boxing, Wardley menegaskan bahwa ia menyerap masukan Usyk untuk menghadapi adu jotos kedua melawan Dubois.

“Dengan segala pencapaian dan latar belakang [Usyk], Anda tidak bisa mengabaikan apa yang dia katakan,” ujar Wardley.

“Namun, saya bukan dia. Saya tidak memiliki tempaan akadeimik, latar belakang, maupun timing bertarung seperti yang dia miliki. Tuan Usyk, saya sedang mengasah jab saya, saya berjanji. Saya akan berusaha tampil lebih baik untuk Anda.”

Sebelum kekalahan mengejutkan Moses Itauma dari Filip Hrgovic akhir bulan lalu, Wardley sempat berhadapan langsung dengan Dubois untuk pertama kalinya jelang duel ulang mereka. Ia menyadari evaluasi total harus dilakukan jika ingin keluar sebagai pemenang.

“Tidak butuh waktu lama bagi saya untuk mengambil keputusan,” tegas Wardley terkait keputusannya mengaktifkan klausul rematch.

“O2 Arena sudah seperti rumah kedua bagi saya. Saya sangat tidak sabar untuk kembali ke sana. Ini saatnya pembalasan dendam.”

“Perubahan harus dilakukan—saya pernah membuktikannya saat melawan Frazer Clarke. Saya sudah membuktikan bahwa saya bisa berubah,” tandasnya.

Di sisi lain, Dubois merespons dengan penuh percaya diri: “Saya mengejar kemenangan dominan—saya sudah tidak sabar. Mari kita tuntaskan. Begitu kamu masuk ke dalam air, kamu pasti bakal basah kuyup—dan saya menyukainya.”***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

9 + twelve =

Back to top button