News

Apa Pesan Rahasia Donald Trump kepada Presiden Baru AS Joe Biden?

Jakarta, difanews.com — Sebelum meninggalkan Gedung Putih, mantan Presiden AS Donald Trump menaruh catatan untuk penerusnya, Joe Biden. Juru bicaranya, Judd Deere, mengonfirmasi beberapa menit setelah Trump bertolak ke kediamannya di Mar-a-Lago, Florida.

Selama dua bulan terakhir, Trump tidak mengucapkan selamat kepada Biden karena yakin kemenangannya di Pilpres AS dicurangi.

Biden, Presiden Amerika Serikat (AS) ke-46, mengaku telah membaca pesan terakhir pendahulunya itu.

Dilansir CNN, Kamis (21/1/2021) berbicara dari belakang Resolute Desk, Biden mengatakan tidak akan mengungkapkan isi surat itu untuk menghormati mantan Presiden Donald Trump.

“Presiden menulis surat yang sangat murah hati,” kata Biden.

“Karena ini pribadi, saya tidak akan membicarakannya sampai saya berbicara dengannya,” lanjutnya.

Kenyataan itu berbeda dengan apa yang dituliskan oleh Barack Obama, ketika memberi catatan ke Trump pada Januari 2017. “Kita hanyalah penguasa sementara dari tempat ini,” kata Obama dalam surat yang sesuai tradisi, ditaruh di Resolute Desk, dilansir AFP Rabu (20/1/2021).

Karena sifatnya sementara itu, Obama menekankan Presiden AS haruslah menjadi pelindung dari tradisi dan institusi demokrasi. Obama menyatakan tugas presiden adalah melindungi warisan yang sudah diperjuangkan oleh para leluhur mereka.

“Terlepas dari dorongan dan tarikan politik, kitalah yang bertanggung jawab meninggalkan instrumen demokrasi sekuat saat kita menemukannya,” kata dia.

Surat Obama itu disebut merupakan salah satu catatan terbaik antara presiden pendahulu dan penerusnya di Gedung Putih.

Surat lain yang disebut begitu bagus adalah ketika George HW Bush, ayah George W Bush, kepada Bill Clinton pada 1993. Dalam suratnya, Bush Senior mengingat lagi “kegembiraan dan kebanggaan” ketika memasuki Ruang Oval pada 1989.

Bush Senior yang meninggal pada November 2018 itu menuturkan, dia berharap Clinton tak ciut hati karena kritik selama menjabat.

“Anda akan menjadi presiden saat membaca surat ini. Saya berdoa Anda dan keluarga sehat. Kesuksesan Anda adalah kesuksesan negara ini. Semoga sukses,” tulis Bush.

Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, mencetak rekor baru pada hari pelantikan Presiden Joe Biden, Rabu (20/1/2020) waktu setempat.

Joe Biden resmi menjadi Presiden AS memicu harapan untuk paket stimulus tambahan dan distribusi vaksin yang lebih lancar ke depan.

Dilansir dari New York Post, indeks S&P 500 menguat 1,4 persen menjadi 3.851,85. Sementara indeks Dow Jondes melonjak 257,86 poin atau 0,8 persen, mencetak rekor tertinggi baru menjadi 31.188,38.

Adapun indeks Nasdaq Composite menguat 2 persen menjadi 13.457,25.

Laju indeks S&P 500 pada pelantikan Biden mencetak rekor baru yang pernah dicapai kala pelantikan Presiden Hoover pada 1928, di mana S&P menguat hingga 13,3 persen.

Biden menyatakan tak akan membuang banyak waktu untuk membuka halaman baru usai kepemimpinan Trump. Pihaknya bakal segera menandatangani 15 dokumen eksekutif terkait beragam isu mulai dari pandemi Covid-19, kondisi ekonomi dunia, serta iklim.

Pihaknya juga akan mendorong paket stimulus Covid-19 yang diajukan ke Kongres mencapai 1,9 triliun dolar AS. Selain pelantikan Biden, kinerja laporan keuangan beberapa perusahaan menunjukkan kinerja yang baik, dan mendorong kinerja emiten teknologi.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker