BeladiriSports

Bentrok Tempat Duel Joshua vs Fury, Netflix dan Arab Saudi Terganjal Klausal Kontrak

DIFANEWS.COM – Kontroversi seputar rencana pertarungan akbar Britania Raya, Anthony Joshua vs Tyson Fury, terus bergulir. Setelah terakhir Tyson Fury mengunggah potensi batalnya rencana itu, muncul lagi kabar soal stadion tempat duel digelar.

Awalnya, duel akan digelar di stadion bersejarah di London, Wembley. 20 November. Namun, karena juragan dari Arab Saudi, Turki Alalshikh, minta duel digelar pukul 02.00 waktu setempat untuk mengakomodasi pasar tinju Amerika Serikat, nama Wembley dicoret.

Rencana baru muncul. Duel Joshua vs Fury akan digelar di Amerika Serikat. Tepatnya di New York. Lebih tepatnya lagi Madison Square Garden yang ikonik.

Namun, terbaru, duel Joshua vs Fury ini bisa saja digelar di Stadion Principality, Cardiff, Wales, stadion dengan kapasitas 80 ribu kursi.

Konon, nama Amerika Serikat dicoret lantaran Joshua dan promotor Eddie Hearn punya kontrak bahwa duel berikutnya harus digelar di Inggris Raya.

Tyson Fury sendiri telah melancarkan amukan berulang kali di media sosial menanggapi potensi rencana duel yang negosiasinya berlarut-larut ini.

Kritik tajam telah diarahkan pada wacana menggelar pertarungan di Amerika, yang dapat membuat duel antara dua petinju kelas berat terbesar Britania tersebut berlangsung pada dini hari di Inggris hanya demi menyesuaikan pasar di AS.

Bos tinju Arab Saudi, Turki Alalshikh, dan penyedia layanan streaming Netflix sangat berambisi agar pertarungan ini berlangsung di Amerika Serikat. Namun, promotor Joshua, Eddie Hearn, tetap teguh pada pendiriannya bahwa laga harus diadakan di tanah Britania, dengan klausal kontrak yang mendukung posisinya.

Hearn bahkan mengancam akan mengambil langkah hukum terhadap TKO Group Holdings — perusahaan induk dari UFC milik Dana White dan Zuffa Boxing — karena mencoba ‘membujuk’ Joshua agar mau bertarung di AS.

Hal ini membawa Cardiff kembali ke dalam jajaran kandidat, mengingat Stadion Principality telah mengajukan penawaran untuk menjadi tuan rumah ajang tersebut pada bulan Juli lalu.

“Kami akan sangat senang menjadi tuan rumah pertarungan ini,” kata seorang juru bicara Welsh Rugby Union, pemilik stadion tersebut, kepada Sky Sports saat itu.

“Kami sangat ingin menarik lebih banyak gelaran tinju ke stadion ini yang memiliki sejarah kaya dalam olahraga tersebut, ditunjang oleh atap yang dapat ditutup, sudut pandang penonton yang tak tertandingi, serta lokasi unik di pusat kota.”

Venue tersebut sebelumnya menjadi saksi kemenangan Joshua atas Carlos Takam pada 2017 yang menyedot 78.000 penonton, sebelum AJ kembali untuk menghadapi Joseph Parker di lokasi yang sama setahun kemudian.

Meskipun utamanya terkenal sebagai venue rugby, Stadion Principality memiliki warisan tinju yang ternama. Paling menonjol adalah saat legenda Wales Joe Calzaghe bertarung melawan Mikkel Kessler pada 2007.

Ibu kota Wales tersebut juga mencetak sejarah sebagai lokasi pertarungan legendaris antara Lennox Lewis dan Frank Bruno di Stadion Nasional lama pada 1993.***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × four =

Back to top button