BeladiriSports

Dicopot Gelarnya Usai Membelot ke Zuffa Boxing, Jai Opetaia Tuntut IBF Pengembalian Sabuk Juara Plus Ganti Rugi

DIFANEWS.COM – Darshan Desai, wartawan tinju dari Uncrowned, melaporkan bahwa mantan juara dunia kelas penjelajah IBF, Jai Opetaia, melayangkan gugatan hukum terhadap badan tinju tersebut.

Opetaia menuding adanya konspirasi yang melibatkan WBA, WBC, WBO, mantan promotomya Eddie Hearn, serta pihak-pihak lain untuk menghukum dirinya lantaran menandatangani kontrak dengan Zuffa Boxing.

IBF mencopot sabuk juara milik Opetaia (30-0, 23 KO) menjelang laga perdananya di bawah naungan Zuffa pada Maret lalu. IBF mengategorikan pertarungannya melawan Brandon Glanton demi merebut sabuk Zuffa sebagai laga unifikasi tanpa izin resmi.

Opetaia menang angka mutlak atas Glanton dan berencana melanjutkan kiprahnya dengan menantang juara WBC Noel Mikaelian. Namun, Presiden WBC Mauricio Sulaiman justru memerintahkan pertarungan unifikasi tiga sabuk antara Mikaelian dan David Benavidez—hal yang dijadikan Opetaia sebagai bukti adanya kolusi untuk menghukum dirinya.

Menurut laporan Desai, Opetaia “menuntut pemulihan statusnya sebagai juara dunia kelas penjelajah IBF, ganti rugi finansial, penggantian biaya pengacara dan pengadilan, serta perintah penundaan untuk mencegah IBF menobatkan juara kelas penjelajah baru selama proses hukum berlangsung.”

Opetaia mengklaim bahwa “bukti-bukti yang mendukung adanya konspirasi ini tersimpan dalam pesan teks grup dan percakapan WhatsApp.”

Masalahnya adalah: apakah plot jahat dan konspirasi semacam ini mustahil terjadi di dunia tinju? Sama sekali tidak. Justru akan lebih mengejutkan jika hal-hal seperti ini tidak terjadi secara rutin.

Hanya saja, sulit dipahami apa yang sebenarnya diharapkan Opetaia setelah menandatangani kontrak dengan Dana White—sosok yang secara sangat tegas dan tanpa keraguan menyatakan bahwa ia sama sekali tidak tertarik untuk bekerja sama dengan badan-badan tinju mana pun. Ini bukan sekadar kasus lupa membaca “catatan kaki” dalam kontrak, kawan.***

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

twelve + 19 =

Back to top button