FIFA Tolak Permohonan Iran Pindah Laga ke Meksiko, Juga Tolak Berikan Sanksi bagi Israel
DIFANEWS.COM – Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa federasi sepakbola dunia tidak akan mengubah jadwal laga Piala Dunia 2026 meskipun ada ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
Keputusan ini diambil setelah pertemuan dewan FIFA yang membahas dua kontroversi besar yang membayangi turnamen 4 tahunan yang bakal digelar Juni mendatang.
FIFA Tolak Pemindahan Laga Iran ke Meksiko
Meskipun pemerintah Iran menyatakan kekhawatiran atas keamanan tim nasional mereka di Amerika Serikat akibat serangan militer sejak Februari lalu, FIFA tetap pada jadwal semula.
Iran tetap dijadwalkan bermain di Seattle dan Inglewood (Stadion Los Angeles Rams).
Infantino menegaskan bahwa jadwal yang sudah diumumkan pada Desember lalu tidak akan diubah. “Kami ingin Piala Dunia berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Meski Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, menyatakan kesiapan negaranya untuk menjadi tuan rumah pengganti bagi Iran, FIFA secara resmi menutup pintu untuk opsi tersebut.
Status Keanggotaan Israel di FIFA
Selain isu Iran, FIFA juga memutuskan untuk tidak mengambil tindakan terhadap federasi sepakbola Israel terkait pengaduan dari Palestina sejak 2024.
Seperti diketahui, Palestina menuntut pembekuan keanggotaan Israel di FIFA karena keterlibatan klub-klub dari permukiman Tepi Barat di liga nasional mereka.
FIFA berargumen bahwa status hukum Tepi Barat adalah masalah kompleks di bawah hukum internasional yang belum terselesaikan, sehingga mereka tidak bisa menjatuhkan sanksi berdasarkan statuta saat ini.
Peran Sepakbola dalam Perdamaian Dunia
Gianni Infantino mengakui keterbatasan organisasinya dalam menangani konflik global.
“FIFA tidak bisa menyelesaikan konflik geopolitik,” kata pria yang sempat memberikan penghargaan perdamaian kepada Presiden AS Donald Trump tersebut.
Meski demikian, ia berkomitmen untuk terus menggunakan kekuatan sepakbola sebagai “jembatan” bagi negara-negara yang berseteru.



