DIFANEWS.COM – Setelah setahun berada di luar ring usai menjalani operasi siku, petinju legendaris Meksiko Saul Canelo Álvarez menyatakan bahwa ia telah siap untuk kembali bertarung.
“Saya selalu memberikan yang terbaik di atas ring dan laga ini tidak akan menjadi pengecualian,” ujar petinju berusia 36 tahun tersebut kepada CBS Mornings dalam wawancara eksklusif yang ditayangkan pada Jumat (31/7).
Canelo akan bertarung dengan Christian Mbilli pada Oktober di Riyadh. Laga tersebut akan menjadi pertarungan profesionalnya yang ke-69. Laga ini sekaligus menjadi penampilan pertamanya sejak kekalahan dari Terence Crawford tahun lalu—kekalahan yang menghentikan dominasinya sebagai juara dunia tak terbantahkan kelas menengah super.
“Bahkan jika Anda melakukan segalanya dengan benar, terkadang hal-hal tidak berjalan sesuai harapan,” ungkapnya saat mengenang laga tersebut. “Saya belajar bahwa terkadang kita melupakan hal-hal dasar, dan saya melupakan hal-hal dasar pada pertarungan itu.”
Membangun Karier dari Bawah
Selama lebih dari dua dekade, Canelo membangun kariernya dengan membuktikan diri—bertarung merintis jalan dari sebuah kota kecil di Meksiko hingga mencapai puncak dunia olahraga ini.
Ia meninggalkan bangku sekolah demi menjadi petinju profesional di usia yang sangat muda, 15 tahun. Pada usia 17 tahun, Canelo mengaku telah “mengalahkan semua petinju di Meksiko” dan siap membawa bakatnya ke Amerika Serikat.
“Jadi saya hanya menunggu sampai berusia 18 tahun untuk pergi ke AS dan melakoni debut saya di sana,” jelasnya. “Saya sangat bergairah/ Datang ke AS berdasarkan cerita-cerita yang saya dengar tentang mereka yang bertarung di sini—itu adalah impian saya.”
Petinju kelahiran Meksiko ini kemudian sukses merebut gelar juara dunia pertamanya pada usia 20 tahun.
Ikatan Keluarga yang Kuat
Kesuksesan Canelo di dunia tinju mencakup lebih dari 60 kemenangan dan raihan gelar juara dunia di empat divisi berat yang berbeda. Namun, tinju bukan sekadar jalan kariernya, melainkan bagian dari ikatan keluarga.
Ketujuh saudara lakilakinya pernah bertarung secara profesional. Mereka bahkan memecahkan Rekor Dunia Guinness untuk jumlah saudara kandung terbanyak yang bertarung dalam satu ajang pertarungan profesional yang sama.
Canelo, anak bungsu dari delapan bersaudara, mengaitkan keberhasilannya dengan sang ayah, Santos Álvarez, yang telah membantu membentuk kariernya serta mengajarkan nilai kerja keras, kejujuran, dan kedisiplinan.
“Dia selalu bekerja keras untuk keluarganya,” kata Canelo tentang sang ayah. “Setiap hari saya bekerja dengannya selama bertahun-tahun, dan dia menafkahi seluruh keluarganya, delapan orang anak.”
Sumber: CBS News



