Kaki Penggawa Brasil Patah Bercucuran Darah, Pelaku Akhirnya Minta Maaf dan Pasrah Dihukum Berat
DIFANEWS.COM – Keputusan pengadilan olahraga seperti ini dinilai belum pernah terjadi sebelumnya dan kemungkinan besar akan memicu perdebatan sengit jika diterapkan di kompetisi seperti Premier League Inggris.
Victor Gabriel, bek klub sepakbola Brasil, Internacional, menerima sanksi yang sangat langka setelah tekelnya yang salah momentum mengakibatkan penyerang Cruzeiro, Gabriel Pec, mengalami patah tulang tibia kaki kiri.
Insiden mengerikan tersebut terjadi dalam laga Serie A Brasil pada 22 Juli, yang dimenangkan Cruzeiro dengan skor 2-1.
Pertandingan tersebut ternoda oleh aksi tekel horor Gabriel yang membuat Pec—yang kala itu sedang melakoni laga debutnya usai ditransfer dari LA Galaxy—terkesiap dalam rasa sakit yang hebat dengan darah mengalir dari kakinya. Aksi Gabriel itu langsung membuatnya kena kartu merah langsung oleh wasit.
Pec sendiri kini telah selesai menjalani operasi. Melalui sebuah pernyataan yang diunggah di akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan:
“Operasi telah berjalan dengan lancar. Demi kehormatan dan kemuliaan Tuhan, tanpa-Nya semua ini tidak akan mungkin terjadi.”
“Saya berterima kasih dan memuji Tuhan atas hidup para dokter – Sergio, Rodrigo, dan Gustavo. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada seluruh pendukung, anggota keluarga, teman, dan staf atas begitu banyak pesan cinta serta kasih sayang.”
“Di tengah ujian ini, saya memilih untuk tetap fokus kepada Kristus. Dia adalah kekuatan saya, tempat perlindungan saya, dan benteng saya di mana saya menemukan kedamaian serta sukacita. Saya terus belajar untuk merasa cukup meski berada di tengah cobaan.”
“Saya melakukan yang terbaik untuk pulih sebaik dan secepat mungkin agar bisa kembali melakukan apa yang saya cintai. Impian dan target saya tetap tidak berubah.”
Sanksi Langka Diterima Pelaku
Pada 29 Juli, Mahkamah Tinggi Keadilan Olahraga Brasil menentukan bahwa hukuman larangan bertanding tiga laga yang biasa dijatuhkan dinilai tidak cukup. Sebagai gantinya, mereka memberikan sanksi yang jauh lebih berat dengan durasi maksimal enam bulan, atau selama waktu yang dibutuhkan Pec untuk pulih total.
“Pelanggar dapat tetap diskors sampai pihak yang dirugikan dapat kembali berlatih, dengan tetap menghormati jangka waktu maksimal 180 hari,” bunyi pernyataan mahkamah.
Perlu dicatat bahwa keputusan ini masih memiliki kemungkinan untuk diajukan banding.
Pengakuan Pelaku dan Skandal Bukti VAR
Saat hadir dalam proses hukum, Gabriel menjelaskan bagaimana ia telah meminta maaf kepada Pec dan memohon pengampunan atas insiden tersebut.
“Itu murni insiden yang sangat tidak beruntung,” ujar bek Internacional tersebut saat persidangan. “Saya sudah meminta maaf kepadanya dan menawarkan bantuan. Saya memohon agar dia memaafkan saya karena tidak ada niat buruk sedikit pun, dan yang bisa saya lakukan saat itu hanyalah berdoa untuknya.”
Seperti dilaporkan Reuters, pengadilan sempat mempertanyakan bukti yang diajukan oleh pihak Internacional, di mana klub menyerahkan rekaman audio VAR dari pertandingan tersebut. Namun, dalam pembelaannya, pihak klub kemudian meminta agar bukti audio tersebut “diabaikan karena kebenarannya tidak dapat dibuktikan”.
Melalui pernyataan resmi, klub Serie A tersebut menegaskan bahwa mereka tidak pernah berniat bertindak buruk:
“Baik firma hukum maupun Internacional menegaskan bahwa kami tidak pernah berniat bertindak dengan iktikad buruk dalam bentuk apa pun dalam konteks persidangan ini.”
“Namun, memang terdapat kekeliruan yang diakui dalam pengumpulan dan penggunaan konten yang dihadirkan dalam pembelaan pemain, yang mana langsung diakui melalui permintaan resmi untuk mencabut audio tersebut dari berkas perkara.” ***



