LainnyaNews

Korban Tewas Gempa NTT Jadi 53 Orang, Manggarai Tertinggi 25 Korban

Jumlah korban jiwa akibat gempa M 7,7 di NTT terus bertambah. Berdasarkan data terbaru, 53 orang dinyatakan tewas dan 135 orang luka-luka. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan korban meninggal terbanyak, yakni 25 orang.

DIFANEWS.COM – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan laporan terbaru terkait jumlah korban akibat bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut data per Minggu (16/8) sore, jumlah korban tewas telah mencapai 53 orang dan 135 orang alami luka-luka.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Abdul Muhari, lewat keterangan pers virtual pada Minggu (16/8).

“Per sore ini total kami mencatat 53 jiwa meninggal dunia. Untuk korban luka yang saat ini sedang dirawat di faskes terdekat, total berjumlah 135 jiwa,” ujar Abdul.

Kabupaten Manggarai menjadi daerah dengan korban meninggal terbanyak, yakni 25 orang, disusul Manggarai Timur 20 orang. Kemudian Manggarai Barat tercatat 1 orang meninggal, Nagekeo 1 orang, Sikka 4 orang, dan Ende 2 orang.

Untuk korban luka, rinciannya, 12 orang di Sikka, 37 orang di Manggarai yang terdiri dari 17 luka berat dan 20 luka ringan, serta 80 orang di Manggarai Timur yang terdiri dari 21 luka berat dan 59 luka ringan, serta Manggarai Barat 6 orang alami luka berat.

Sementara itu, hingga saat ini tidak ada laporan orang hilang yang masuk ke Basarnas. Meski begitu, Basarnas tetap menyiagakan personel di wilayah terdampak gempa, untuk mengantisipasi kebutuhan pencarian dan pertolongan.

BNPB bersama seluruh unsur penanganan bencana akan terus memantau perkembangan situasi dan kebutuhan masyarakat serta memastikan dukungan logistik dan peralatan dapat dimobilisasi secara cepat untuk mendukung proses tanggap darurat di wilayah terdampak.

Bantuan logistik dan peralatan penanganan darurat dimobilisasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak, termasuk di Kabupaten Sikka. Bantuan segera didistribusikan kepada warga terdampak dengan menggunakan moda transportasi darat, laut dan udara.

Bantuan yang diberikan BNPB dan telah diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Sikka meliputi 5 unit tenda pengungsi, 146 unit tenda keluarga ukuran 4 x 4 meter, 200 kasur lipat, 400 buah tikar, 100 selimut, 300 selimut, 300 paket sembako, 100 paket kids ware, 10 unit genset, 100 paket hygiene kit, 5 unit water tank, 3 unit baterai light tower, serta 2 unit charger light tower.

Seluruh bantuan tersebut tercatat bersumber dari BNPB dalam kondisi utuh, baik dan lengkap berdasarkan berita acara serah terima. Pengiriman logistik dan peralatan tersebut diharapkan dapat mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, khususnya warga yang rumahnya mengalami kerusakan maupun masyarakat yang harus mengungsi akibat gempa.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

four × two =

Back to top button