Kesehatan

Menkes Budi Larang Pemerintah Daerah Simpan Stok Vaksin Covid-19

JAKARTA, DIFANEWS.COM — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta Pemerintah Daerah tidak menyimpan stok vaksin Covid-19. Pasalnya ada sebagian daerah yang menyuntikkan vaksin setengah dari total dosis yang diterima.

Menkes Budi mengatakan atas arahan Presiden Joko Widodo, pemerintah daerah (pemda) tidak perlu menahan stok vaksin karena nanti akan diatur pengiriman untuk dosis selanjutnya.

Kalau kita bisa bilang ini sebagai suntikan dosis pertama maka lakukan sebagai suntikan dosis pertama semuanya, kalau ini sebagai suntikan dosis kedua maka lakukan sebagai suntikan dosis kedua semuanya. Semua manajemen stoknya dilakukan Pemerintah Pusat,” tandas Menkes dalam Konferensi Pers Update Ketersediaan Vaksin secara virtual, Selasa (24/8).

Selanjutnya, bagi daerah-daerah yang memang mengalami kekosongan stok vaksin Covid-19 bukan karena ditahan, lanjut Menkes, vaksin akan dikirimkan ke provinsi, dari provinsi mungkin butuh satu-dua hari untuk sampai ke kabupaten/kota. Tapi ada juga vaksin yang tertahan sampai satu pekan dalam proses pendistribusiannya.

Menkes Budi mengimbau pemda tidak usah khawatir akan ketersediaan vaksin karena pemerintah pusat akan mendistribusikan vaksin cukup banyak ke daerah-daerah.

‚ÄúSeptember ini saya rasa akan menjadi titik di mana kita akan dapat vaksin lebih banyak. Oleh karena itu pemda tidak usah khawatir, kita pasti akan mengirimkan cukup banyak (vaksin) ke daerah-daerah,” kata Menkes Budi.

Terkait stok vaksin ini pemerintah telah membuat transparansi stok level nasional sampai kabupaten/kota melalui website vaksin.kemkes.go.id. Setiap orang dapat mengakses dan memantau stok vaksin yang ada di setiap daerah di Indonesia.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker