Seni Budaya

Pameran Seni Rupa Realistik Seniman Muda Indonesia ‘Beyond Realistic Order’

JAKARTA – DIFANEWS.com — Pada sebuah pasar, tempat penjual dan pembeli bertransaksi dagangan, nampak suasana pasar terpelihara, tidak berkesan jorok dan kotor.

Tiga ekor anjing, dengan tatapan yang berbeda memiliki karakter yang berlainan, diterjemahkan Misael Tambuwun, sebagai realitas kehidupan bukan dalam bentuk warna dan goresan kuas, tetapi susunan tangga nada, harmonisasi irama yang dimainkan Misael lewat sentuhan tust piano, sebagai pembuka Pameran Seni Rupa di Yun Artified Community Art Center, Sabtu (23/11/19).

Pameran berlangsung dari 23 November hingga 22 Desember 2019 bertempat di Jalan Katamaran Permai 3 No. 35 Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara, bertajuk ‘Beyond Realistic Order’.

Jim Supangkat sebagai kurator, menyampaikan dalam sambutannya, “Bahwa karya seni Rupa Realistik, seorang seniman berusaha menjalin sebuah subjek dalam suatu karya sebagaimana tampil dalam kehidupan sehari-hari tanpa tambahan embel-embel interpretasi tertentu. Bisa juga mengacu dalam seni rupa untuk memperlihatkan kebenaran, bahkan tanpa menyembunyikan hal yang buruk sekalipun.”

Pada pemahaman sejarah seni rupa, ciri realistik hanya ditemukan pada lukisan. Melalui lukisan, kita akan melihat sebuah urutan keadaan (realistic order). Namun, pada masa sekarang, ciri realistik itu bisa didapatkan tidak hanya pada lukisan, namun juga pada fotografi, film dan video, sebagai media ungkapan seni.

Kecenderungan pada semua karya seni, menampilkan urutan keadaan (realistic order) hanyalah sebuah ungkapan dalam bentuk yang berbeda, tergantung dari individu yang mengartikannya.

Yince Djuwiya menjelaskan “pada pemeran kali ini, kita akan melihat kadar realistik melalui bentuk gambaran yang berbeda-beda. Timbulnya penafsiran yang berlainan sesuai dengan apa yang diketahui mengernai narasi sejarah seni rupa yang sesungguhnya tidak dipahami secara pasti, melainkan hanya hasil dari dengar pendapat semata.”

 “Ada 18 seniman kontemporer Indonesia dari Yogyakarta, Bandung dan Jakarta, merka terdiri; Chusin Setiadikara, Agus Cahaya, Baba Andy Dewantoro, Bobby Tedia, Seno, Patra Aditia, Indrahyu, Didit Sudianto, Djoko Susilo Lutfi Yanuar, Karina Rizkyta, Toni Masdiono, Prabu Perdana, Idyra, Rendra Santana, Tommy Aditama Putra, Cecep M. Taufik.” kata Yince pemilik Yun Artified Community Art Center. 

(Eki Thadan)

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker