BeladiriSports

Bantah Sengaja Pakai Doping, Janibek Alimkhanuly Klaim ‘Zat Terlarang’ Masuk Lewat Obat Darurat

DIFANEWS.COM – Kabar buruk menimpa pemegang sabuk juara dunia kelas menengah IBF dan WBO, Janibek Alimkhanuly. Federasi Tinju Profesional Kazakhstan (KPBF) resmi menjatuhkan sanksi skorsing selama enam bulan kepada petinju tak terkalahkan tersebut setelah terbukti positif menggunakan zat terlarang, Meldonium.

Sanksi ini berlaku surut sejak 2 Desember 2025, saat kali pertama diketahui bahwa hasil tes acak dari VADA menunjukkan adanya zat tersebut dalam system tubuh Janibek. Akibat kasus ini, laga unifikasi tiga sabuk melawan juara WBA, Erislandy Lara, yang seharusnya digelar 6 Desember lalu di San Antonio, terpaksa dibatalkan.

Alasan Medis di Balik Pelanggaran

Berdasarkan laporan akhir KPBF, Janibek diketahui mengonsumsi zat tersebut secara tidak sengaja melalui intervensi medis darurat pada Mei 2024 di Klinik Adam, Almaty. Saat itu, Janibek dilaporkan mengalami penurunan kesehatan drastis dengan gejala sakit kepala hebat, mual, hingga gangguan penglihatan.

Dokter mendiagnosis Janibek menderita Transient Ischemic Attack (TIA) atau stroke ringan dan meresepkan obat bernama Ripronat. Di Kazakhstan, Ripronat adalah obat legal, namun obat ini mengandung Meldonium. Janibek mengaku tidak mengetahui bahwa nama dagang Ripronat mengandung zat yang dilarang secara internasional tersebut.

KPBF memutuskan bahwa Janibek bersalah karena “kelalaian tingkat minimal” dan menjatuhkan skorsing hingga 2 Juni 2026. Ia juga diwajibkan menjalani tes acak tambahan dengan biaya sendiri untuk bisa melanjutkan kariernya.

Nasib Gelar Juara Dunia

Meskipun disanksi, Janibek tetap memegang gelar juara dunia WBO kelas menengah, namun ia dilarang mempertahankan sabuk tersebut hingga 2 Desember 2026. Sementara itu, pihak IBF masih meninjau masalah ini dan belum mengeluarkan keputusan final.

Sebagai langkah antisipasi, WBO telah menyetujui laga perebutan gelar interim antara Denzel Bentley dan Endry Saveedra yang akan berlangsung 4 April di London. WBO menegaskan bahwa Janibek wajib menghadapi pemenang laga tersebut dalam duel unifikasi segera setelah ia kembali naik ring, tanpa pengecualian.

Janibek Alimkhanuly, yang memiliki rekor 17-0 (12 KO), pertama kali meraih gelar WBO pada Mei 2022 dan telah berhasil mempertahankannya sebanyak lima kali sebelum skandal ini mencuat.

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ten + 2 =

Back to top button