DIFANEWS.COM – Daniel Dubois dan Moses Itauma kemungkinan besar akan menjadi tokoh kunci di divisi kelas berat untuk bertahun-tahun yang akan datang. Namun, di belakang nama keduanya, ada sosok lebih muda, lebih segar, dan mengintai laksana musang.
Dubois merupakan mantan juara dunia IBF yang telah terlibat dalam beberapa pertarungan besar. Ia memiliki catatan gemilang sepanjang 2024 yang membuatnya berhasil menghentikan Jarrell Miller, Filip Hrgovic, dan kemudian menghancurkan Anthony Joshua hanya dalam lima ronde.
Tahun lalu, ia mempertaruhkan sabuknya demi mengejar status juara tak terbantahkan melawan Oleksandr Usyk. Namun, nasib berkata lain. Dubois harus menelan kekalahan untuk kali kedua di tangan sang legenda Ukraina tersebut.
Kini, Dubois bertekad untuk kembali lebih kuat pada 2026, sementara Itauma juga tengah berusaha membuktikan kepantasannya di level dunia.
Moses Itauma baru berusia 21 tahun dan telah bertarung sebanyak 13 kali, memenangkan semuanya dengan 11 kemenangan KO. Luar biasanya, sembilan dari kemenangan tersebut diraih secara impresif di awal laga dalam dua ronde pertama. Tantangan berikutnya bagi Itauma adalah menghadapi Jermaine Franklin pada bulan Maret mendatang.
Namun, di tengah persaingan kedua nama besar tersebut, kini muncul talenta muda baru di cakrawala tinju, yaitu Adam Olaniyan, yang mulai mengejar posisi kedua pria tersebut.
“Ada anggapan dalam dunia tinju bahwa jika Anda tidak memenangkan medali Olimpiade, karier Anda tidak akan secerah yang seharusnya. Namun, saya melihat sosok seperti Daniel Dubois—dia telah mengalahkan Anthony Joshua, menumbangkan beberapa petinju level atas, dan pernah menjadi juara dunia,” kata Olaniyan.
“Saya juga melihat Moses dan bagaimana dia mengobrak-abrik divisi kelas berat. Mereka hanya manusia biasa; jika mereka bisa melakukannya, saya juga bisa.”
Olaniyan, bakat luar biasa dari kancah amatir Irlandia yang berusia 19 tahun tersebut kemudian menyatakan bahwa, seiring berjalannya waktu, ia akan siap untuk menghadapi keduanya.
Bocah Ajaib
Adam Olaniyan adalah salah satu rahasia terbaik dalam tinju amatir Inggris yang baru saja menyeberang ke kancah profesional.
Postur Tubuh “Raksasa Modern”
Dengan tinggi sekitar 6 kaki 5 inci (196 cm), Adam memiliki kerangka tubuh ideal untuk kelas berat modern. Dia tidak hanya besar, tapi juga atletis dan memiliki jangkauan (reach) yang akan menyulitkan lawan mana pun.
Prestasi Amatir yang Mentereng
Berbeda dengan beberapa petinju yang langsung terjun ke pro, Adam punya fondasi amatir yang sangat solid. Dia adalah Juara Eropa Pemuda (European Youth Champion). Juga meraih medali emas di berbagai turnamen internasional tingkat remaja.
Ia dikenal karena teknik tinjunya yang rapi, bukan sekadar mengandalkan kekuatan otot.
Gaya Bertarung: Si “Teknisi” yang Tenang
Adam tidak bertarung dengan grusa-grusu. Dia memiliki jab yang sangat tajam dan kemampuan untuk mendikte tempo permainan. Dia sering dibanding-bandingkan dengan versi muda Anthony Joshua atau Lennox Lewis karena ketenangannya di atas ring.
Bergabung dengan “Kolam Hiu” (Promotor)
Adam Olaniyan kini berada di bawah naungan Queensberry Promotions (Frank Warren). Ini adalah langkah strategis karena Warren dikenal sangat ahli dalam mengorbitkan petinju kelas berat (seperti Tyson Fury, Daniel Dubois, dan Moses Itauma). Di sana, Adam akan mendapatkan jalur pertandingan yang terukur untuk membangun rekornya.
Perbandingannya dengan Moses Itauma:
Jika Moses Itauma adalah “The Sprinter” yang ingin menghancurkan lawan dengan cepat, Adam Olaniyan lebih seperti “The Marathoner”. Dia lebih metodis dan teknis. Banyak pengamat menilai jika keduanya terus berkembang, mereka bisa menjadi rivalitas besar di masa depan seperti era Ali vs Frazier atau Joshua vs Fury.



