DIFANEWS.COM – Agit Kabayel disambut bak pahlawan yang pulang dari medan perang dalam laga ‘mudik’-nya di Rudolf Weber-Arena, Oberhausen, Nordrhein-Westfalen, Jerman, Sabtu (10/1) malam waktu setempat.
Merespons dukungan luar biasa dari publik tuan rumah, Kabayel sukses meraih kemenangan TKO ronde ketiga atas Damian Knyba untuk mempertahankan gelar juara dunia kelas berat interim WBC sekaligus menjaga rekor sempurnanya.
Kemenangan yang Diwarnai Perdebatan
Kemenangan ini bukan tanpa kontroversi. Keputusan wasit Mark Lyson untuk menghentikan laga dinilai agak prematur. Kabayel (27-0, 19 KO) memang terlihat mulai menguasai jalannya pertarungan setelah sempat kesulitan meladeni jangkauan tangan Knyba (17-1, 11 KO).
Namun, begitu Kabayel mulai melancarkan serangan khasnya—menghajar kepala dan badan secara bergantian—Knyba tampak mulai kehabisan bensin dengan cepat.
Meski begitu, Knyba tidak sampai terjatuh; ia hanya tampak goyah saat wasit Lyson tiba-tiba menyelinap masuk dan menghentikan laga.
Memang, wasit mungkin melihat atau mendengar sesuatu yang tidak tertangkap kamera TV, namun Knyba praktis tidak diberi kesempatan kedua untuk bertahan. Kabayel memang diunggulkan untuk menang, tapi tak sedikit yang merasa iba pada nasib Knyba yang diberhentikan secara paksa.
Apa Selanjutnya untuk Kabayel?
Usai laga, Kabayel langsung bertanya kepada penonton siapa lawan yang mereka inginkan berikutnya. Jawaban serentak dari tribun adalah: Oleksandr Usyk.
“Saya sudah menunggu sangat lama untuk perebutan gelar juara dunia. Saya sudah menghancurkan tiga ‘monster’ di Riyadh, sekarang beri saya pertarungan gelar dunia itu. Saya siap!” tegas Kabayel, memperjelas ambisinya.
Atmosfer Listrik di Oberhausen
“Sejujurnya, ini adalah atmosfer terbaik yang pernah saya rasakan selama berada di dunia tinju,” puji George Warren dari Queensberry Promotions. “Saya pernah merasakan Wembley, tapi kebisingan di sini sungguh memekakkan telinga.”
Atmosfer di Oberhausen memang luar biasa bagi Kabayel. Para penggemar membuat pertarungan yang singkat ini terasa jauh lebih epik.
Ini adalah pekan kedua berturut-turut—setelah laga Amanda Serrano di Puerto Rico pekan lalu—dunia tinju diingatkan betapa berharganya penonton yang benar-benar peduli pada jalannya laga, sesuatu yang belakangan mulai langka sejak pergeseran promosi tinju ke Arab Saudi.
Satu hal yang pasti: Kabayel membuktikan bahwa ia punya basis massa besar di Jerman. Jika ia bertarung di Inggris melawan nama besar seperti pemegang sabuk WBO Fabio Wardley, dipastikan ribuan fans Jerman siap menyerbu Inggris untuk sebuah duel adu jotos yang spektakuler.
Roman Fury Hentikan Kevin Greenwood
Petinju kelas berat kidal, Roman Fury—adik Tyson Fury—kini mengantongi rekor 6-0 (3 KO) setelah tampil dominan dan mengalahkan petinju journeyman asal Hampshire, Kevin Greenwood
Greenwood, yang sempat vakum dari tinju sejak 2015 hingga 2023, telah menelan tujuh kekalahan beruntun sejak kembali bertarung, termasuk beberapa laga tinju tanpa sarung tangan.
Dengan sang ayah, John Fury, di sudut ring, Roman selalu selangkah lebih maju. Ia melepaskan pukulan dari jarak jauh, sering menjatuhkan tangan untuk memancing lawan, dan menghujani Greenwood dengan pukulan saat sang lawan mencoba bertahan sekuat tenaga.
Penampilan Fury sangat metodis dan efisien; ia terus menekan hingga wasit terpaksa menghentikan laga di ronde 4 saat Fury unggul jauh dan memegang kendali penuh.
Di partai lain, Nelvie Tiafack meraih kemenangan TKO mudah atas Piotr Cwik. Petinju yang berbasis di Cologne namun lahir di Kamerun ini memegang kendali penuh.
Pada akhir ronde 1, Cwik mulai merasa tidak nyaman dan memprotes pukulan di bagian belakang kepala. Namun, tanda-tanda kekalahannya sudah jelas. Setelah menerima jab keras dan hook kanan pendek berkali-kali, mata kanan Cwik membengkak.
Ia juga sempat jatuh terkena pukulan ke arah badan, dan saat Tiafack—peraih medali perunggu Olimpiade Paris—menyerang bertubi-tubi dengan hook ke kepala dan badan, wasit akhirnya menghentikan laga untuk menyelamatkan Cwik yang hanya bisa bertahan pasif. Tiafack kini mencatat rekor 3-0 (3 KO).
Hasil pertandingan lainnya di Rudolf Weber Arena:
- Kelas Penjelajah: Oronzo Birardi (10-1, 7 KO) memukul KO petinju Serbia, Miloslav Savic, pada detik ke-59 ronde keempat dalam laga yang dijadwalkan 10 ronde.
- Kelas Menengah: Juara WBA Intercontinental, Gleb Bakshi (7-0, 5 KO), tampil memukau dengan menghentikan penantang asal Meksiko, Juan Jose Rodriguez Duran, hanya dalam 54 detik di ronde pertama. Meski Duran memulai dengan agresif, Bakshi menangkapnya dengan overhand kanan dan menjatuhkannya dengan hook kiri maut.
- Kelas Berat: Daniel Dietz (15-1-1) dan Seun Salami (9-0-1) harus puas dengan hasil imbang setelah bertarung sengit selama enam ronde. Salami sempat mendominasi di ronde-ronde awal namun mulai kelelahan di akhir laga.
- Kelas Berat: Kevin Saszik (10-0, 4 KO) memukul KO Robin Och di ronde pertama dalam duel sesama petinju Jerman.



