DIFANEWS.COM – Dari Meksiko, William Zepeda Wujudkan Impian di Las Vegas, Juara Baru Kelas Ringan WBC
William Zepeda sukses merebut gelar lowong kelas ringan WBC setelah menang angka mutlak atas Lamont Roach Jr di The Theater at Virgin Hotels, Las Vegas, AS, Sabtu (1/8) malam waktu setempat.
Pertarungan ini menarik karena mempertemukan dua gaya saling bertolak belakang. Zepeda dengan senjata mesinnya sukses membongkar gaya bertarung penembak jitu milik Roach Jr.
“Saya seorang petinju Meksiko, tetapi saya memiliki American Dream untuk memenangkan gelar juara dunia di Las Vegas,” ujar Zepeda.
Las Vegas kembali menjadi panggung utama malam pertarungan tinju megah penuh kemewahan ini. Zepeda (34-1, 27 KO) tampil sangat dominan melawan Roach Jr (25-2-3) yang berbakat, di mana pertahanan kokoh Roach tak mampu menahan gempuran gelombang pukulan tanpa henti Zepeda.
Zepeda baru saja bangkit dari kekalahan atas kelincahan bertahan Shakur Stevenson setahun lalu. Ia sempat mengambil jeda panjang dari gym untuk memberi waktu istirahat bagi tubuhnya. Langkah tersebut terbukti berbuah manis dan memberi kesempatan bagi petinju Meksiko beserta timnya untuk melakukan penyesuaian taktis yang sangat penting.
Sebagian besar penggemar memperkirakan Zepeda akan langsung melepaskan rentetan pukulan sejak awal. Namun, sejak ronde pertama, petinju Meksiko ini bertarung dengan sangat hati-hati dan presisi di dua ronde awal. Baru pada ronde ketiga, usai menerima pukulan Roach, Zepeda melepaskan rem dan mulai mengamuk.
Roach sendiri datang dengan rekor dua hasil imbang beruntun, termasuk saat melawan petinju dengan gaya serupa, Isaac Cruz. Meski keduanya sama-sama petarung pressing asal Meksiko, Zepeda menambahkan penyesuaian pergerakan kaki dan variasi kombinasi pukulan. Hal itulah yang menjadi pembeda untuk meredam kehebatan counter-punching milik Roach.
Petinju kelas ringan asal Meksiko ini tak pernah tampak ragu dan terlihat lebih segar sepanjang 12 ronde pertarungan. Ketika nilai diumumkan secara terbuka usai ronde kedelapan, makin jelas bahwa Roach membutuhkan perubahan taktik atau bahkan sebuah knockout / knockdown untuk menang.
Namun, tidak ada satu pun yang berhasil dicapai.
“Zepeda sangat siap malam ini,” aku Roach. “Dia terus melangkah mundur dan tidak memberi saya kesempatan untuk membalas.”
Penyesuaian kecil itu terbukti sukses besar hingga membuat para juri memberikan nilai 118-110 dan 117-111 (2x) untuk kemenangan Zepeda, yang resmi menjadi raja baru kelas ringan WBC.
“Ini adalah sebuah pengorbanan dan perjuangan keras. Akhirnya impian ini menjadi kenyataan,” tutur Zepeda. “Saya sangat membutuhkan waktu istirahat itu. Berkat jiwa sejati petarung Meksiko, saya mampu bangkit dan mendobrak batas.”
Zepeda juga menegaskan niatnya untuk menantang pemegang gelar juara dunia kelas ringan lainnya demi mewujudkan mimpinya menjadi juara dunia tak terbantahkan kelas ringan.
“Saya tidak peduli siapa pun lawan berikutnya, saya ingin bertarung dan mengalahkan mereka. Saya belajar banyak dari pertarungan saya melawan Shakur,” tegas sang juara baru.
Sementara ini, sabuk kelas ringan WBA dalam posisi lowong, sedangkan sabuk IBF digenggam Raymond Muratalla dan Abdullah Mason jadi juara WBO.
Muratalla Pertahankan Gelar IBF
Raymond Muratalla (25-0, 17 KO) sendiri yang tampil di laga pendamping, menumbangkan perlawanan Robson Conceicao (21-4-1) lewat pertunjukan power boxing yang sangat rapi. Ini merupakan kemenangan beruntun keduanya atas peraih medali emas Olimpiade.
“Ini laga terakhir saya di kelas ringan,” ujar Muratalla yang di laga sebelumnya mengalahkan peraih medali emas Olimpiade, Andy Cruz. “Bukan penampilan terbaik saya karena sempat kesulitan menembus batas berat badan.”
Meski demikian, petinju asal Fontana itu menunjukkan kepada Conceicao—mantan juara dunia kelas bulu super asal Brasil—bahwa pengalaman dan ketangguhan saja tidak cukup untuk menandingi ledakan serangan balasan yang tak pernah surut.
Conceicao memang tak sampai roboh, namun ia berkali-kali dibuat terguncang. Meski gagal menjatuhkan Conceicao, Muratalla mendominasi mantan juara dunia tersebut sepanjang laga.
Setelah 12 ronde, satu juri memberikan nilai 118-110 dan dua juri lainnya menilai 119-109 untuk Muratalla.
Hasil Duel Lainnya
- Kelas Welter (10 Ronde): Petinju Meksiko, Raul Curiel (18-0-1, 14 KO), berhasil mengatasi jangkauan lengan panjang Quinton Randall (17-4-1) untuk menang angka mayoritas. Curiel sempat kelebihan 1 pon dari batas kelas welter yang membuatnya lambat di awal. Memasuki ronde keempat, Curiel mulai menemukan ritme dan menekan lawan. Skor akhir: 95-95, 97-93, dan 100-90 untuk kemenangan Curiel yang kini masuk peringkat 10 besar kelas welter.
- Kelas Welter Super (9 Ronde): Charles Conwell (22-1, 16 KO) bangkit luar biasa dengan menghentikan Paul Kroll (12-1-2) lewat TKO di ronde ke-9. Conwell tampil menekan sejak awal, merepotkan Kroll dengan kombinasi pukulan badan yang mematikan. Wasit Robert Hoyle akhirnya menghentikan laga pada menit 2:38 di ronde kesembilan.
Kejutan Besar di Partai Tambahan
- Kelas Welter (3 Ronde): Satu pukulan mampu mengubah segalanya. Petinju Tijuana, Juan Becerril (3-0, 2 KO), sempat jatuh di ronde pertama namun secara mengejutkan bangkit memukul KO petinju muda bertalenta, Dylan Capetillo (2-1), di ronde ketiga pada menit 2:59 lewat hook kiri maut ke rahang.
- Kelas Welter (8 Ronde): Joel Iriarte (11-0, 10 KO) mendominasi petinju Meksiko, Jorge Lagunas (19-10), di setiap ronde. Laga dihentikan wasit Tony Weeks pada menit 2:48 di ronde ke-8 untuk kemenangan TKO Iriarte.
- Kelas Menengah (8 Ronde): Fabian Guzman (11-0, 8 KO) mengungguli veteran kidal Aaron Coley (17-6-2) lewat kemenangan angka mutlak.
- Kelas Bantam Super (8 Ronde): Petinju muda Gael Cabrera (12-0, 7 KO) tampil mendominasi di awal dan sukses menahan gempuran balasan dari veteran Francisco Portillo (20-15-2) untuk mengamankan kemenangan angka mutlak.***



